Kumoulan Humor terbaik

Oleh:anton Widodo

 

1. Kehebatan ayah Dodi

Tiga orang anak kecil sedang membangga-banggakan kehebatan ayah mereka.

Budi    :Ayahku bisa menirukan suara hewan, hebatkan!!!

Andi    :Ayahku lebih hebat lagi,dia bisa memainkan musik dengan meniup daun,iramanya baus deh,hebatkan!!!

Dodi    :Ayahku yang paling hebat,dia bisa bersiul sambil sikat gigi di kamar mandi,hebat sekali kan!!!

Budi&Andi     :hah…ha ….,mana mungkin bisa !!!

Robert :terang aja  bisa ,ayahmukan pakai gigi palsu,jadi setiap sikat gigi ,gigi palsunya dilepas untuk disikat.

Budi&dodi      :ha..ha..ha..ha..

 

2. Komentar pramugari setelah di pecat

“Aku sangat kesal sama boz kita”, kata pramugari yang baru saja di pecat dari pekerjaannya , “kenapa”kata temanya yang sepropesi, “masak aku hanya melarang anak kecil berlarian dipesawat aja  bisa dipecat”, katanya sambil kesal.”kamu bilang apa sama anak kecil itu”jawab temanya. “aku bilang ,heh…heh…jangan berlarian di dalam pesawat,sana di luar saja”begitu kataku, “hah….. “kata temanya.

 

3. Kuda ajaib

Kakek Badung mempunyai seokor kuda, kuda tersebut bukanlah

kuda biasa. Karena tidak sembarangan orang bisa mengendarainya.

Hanya kakek Badung yang tahu mantranya.

Sewaktu Badung bertanya kepada kakeknya tentang mantra untuk

mengendarai kuda itu, kakeknya tidak mau memberitahunya. Kekeknya

terkenal dengan orang yang pelit tetapi pelupa.

Secara diam-diam dia melihat setiap hari sewaktu kakeknya sedang

mengajak kudanya untuk jalan-jalan. Setelah cukup lama dia teliti maka di

dapatkannya suatu mentra yaitu bila ingin menjalankannya ucapkanlah

alhamdulillah dan bila ingin menyetopkannya ucapkanlah astafirullah hul

azim”.

Keesokan paginya Badung bangun paki-pagi sekali saat kakeknya

sedang tidur lelap, karena dia ingin langsung mencoba mantra yang

rahasia itu. Ia segera menaiki kuda tersebut dan mengucapkan

alhamdulillah, kuda tesebut langsung jalan, begitu terkejutnya si Badung

karena dia baru pertama kali mengendarai kuda milik kakeknya itu.

Badung sudah tidak sabar ingin mencoba kecepatan kuda milik

kakeknya, dia lalu mengucapkan alhamdulillah-alhamdulillah banyakbanyak,

akhirnya kuda tersebut lari dengan sangat kencang, tanpa di

sadarinya di telah merusak kebun milik Pak Saiful yang baru akan

ditanami bibitnya.

Melihat hal ini Pak Saiful marah di langsung mengendari Jib miliknya

dan mengendarainya dengan kencang. Si Badung yang melihat Pak Saiful

yang mengejarnya, langsung gemetaran sampai-sampai dia lupa mantra

untuk memberentikannya. Tepi jurang tinggal sedikit lagi, Badung bingung harus mengucapakan apa, dia lupa mantra untuk memberentikan kuda itu.

 

Sewaktu kaki kuda pas di ujung tebing Badung pun mengucapakan

astafirullah hull azim, kudapun dengan segeranya langsung berhenti,

Badungpun mengucapkan syukur alhamdulillah, kuda tadi langsung

berjalan lagi dan masuk ke jurang. Glegaaaaaarrrrrrrrrrrr

 

 

4.                  Lomba sehebatan memainkan pedang

Lomba ini di ikuti oleh tiga negara yang jogo pendang. Negaranegara

tersebut adalah Amerika, Jepang, dan Indonesia.

“Pertandingan segera dimulai semua peserta yang mewakili

negaranya masing-masing harus segera bersiap-siap” kata komentator.

“Baiklah ke tiga wakil 3 negara yang jago pedang telah siap, perlombaan

dimulai”.

“Yang pertama dari Amerika” . Dengan samurainya dia mulai

bersiap-siap. Seekor lalat dilepaskan sebagai penguji kehebatan

memainkan pedang. Seatttttt…seeeeeeeeet, dengan sekali tebas seekor

lalat terpotong menjadi 6 bagian. “Sangat hebat” sahut penonton dengan

riangnya.

“Yang kedua dari Jepang”. Dengan jenis senjata yang sama yaitu

samurai dia mulai bersiap-siap. Seekor lalat dilepaskan, saiiiiiiiiiiit…

seeeeeeeeeeeet… hooooooooop, dengan sekali tebas seekor lalat

terpotong menjadi 9 bagis. “Luar biasa” sahut penonton.

“Yang ketiga dari Indonesia”. Dengan golok dia mulai mangambil

ancang-ancang. Seekor lalat dilepaskan, shuppppppppppppp… dengan

bunyi tebasan yang keras dan sekali tebas. Lalat masih bisa terbang, juri

berusaha untuk menangkapnya, setelah bersusah payah akhirnya dapt

ditangkap juga. Setelah diperiksa ternyata kumis lalat hilang sebelahnya.

“Sangat mengagumkan” sahut penonton.

“Jadi pemenangnya adalah….. dari ….. Indonesia. “Sangat hebat, luar biasa, dan menggumkan”sahut penonton sporter dari Indonesia.

 

5. Mencuri di masjid

Disebuah perkampungan terjadi mati lampu, sehingga keadaannya

gelap gulita. Saat itulah dua orang pencuri mulai dengan aksinya, mereka

ingin mencuri uang yang ada di Masjid. Ketika itu ada orang meninggal

dan jenazahnya belum sempat di kuburkan sehingga di letakkan di dalam

Masjid.

Pertama kali masuk ke Masjid si pencuri begitu terkecut karena pintu

Masjid tidak terkunci padahal dia sudah membawa kunci buatannya

sendiri. Masuklah kedua orang tersebut ke dalam Masjid dengan

perlahan-lahan. Ternyata yang menjadi incaran si pencuri tersebut telah

ada di depan langkahnya, di angkatnya lah geranda jenajah tersebut

keluar dari Masjid dengan perlahan-lahan.

Di tengah perjalanan, pencuri yang di belakang ingin mengambil

bagiannya terlebih dahulu, dimusukkannya lah tangannya kedalam

geranda itu, di rabanya isinya ternyata yang di pegangnya adalah mata si

jenajah itu, kemudian hidung dan mulutnya. Terkejutlah dia, sehingga dia

ingin mengatakan pada temannya yang ada di depan. Ada orang…. Ada

orang…., tekejutlah temannya yang ada di depan dia menyangka ada

orang yang mengejar mereka, dicepatkannya langkahnya, temannya yang

ada di belakang terus mengatakan ada orang…. Ada orang. Tambah di

cepatkannya langkahnya oleh temannya yang ada di depan.

Tanpa mereka sadari mereka teleh melewati jalan yang salah,

mereka kembali lagi keperkampungan itu. Saat itulah lampu hidup, begitu

terkejutnya orang-orang yang ada di sekitar mereka. Wooi… ada pencuri

jenazah, semua orang pada berdatangan dan mengepung pencuri tersebut, tertengkaplah mereka.

Mereka di ikat dan di bawah ke kelurahan untuk di tindak lanjuti. Di

perjalanan teman yang mengangkat gerenda pada posisi depan terus

menggerutuk kepada temannya tersebut “Kenapa tidak bilang kalau isinya

orang”. Temannya berkata “tadi saya sudah bilang ada orang”. “Sangka

saya ada orang yang mengejar kita ”kata temannya. Mereka terus

meributkan soal itu. “Sial buat apa kita mencuri jenajah, dasar sial”.

 

6. Obat dari dokter

Seorang pria datang ke tempat dokter praktek. Dia mengeluhkan

masalah penyakitnya sewaktu tidur yaitu sering berjalan sewaktu tidur.

Pasien : Saya punya masalah sewaktu tidur dok ?

Dokter : Masalah apa ?

Pasien : Saya sering berjalan sewaktu tidur !

Dokter : oo… begitu ya…

Pasien : Saya ingin obat yang bagus dok ?, karena telah berbagai

macam obat saya minum hasilnya nihil.

Dokter : Saya punya obat yang bagus untuk panyakit anda. Ini dia

(sambil menunjukkan sebuah kotak).

Pasien : Apakah dengan kotak ini penyakit saya bisa sembuh ?

Dokter : Tentu, kamu cukup menaburkan isi yang ada di dalam kota ini

ke sekeliling tempat tidurmu.

Pasien : Memangnya ini bubuk apa dok ?

Dokter : Ini paku payung !!!

Pasien : Hah….

 

7.                  Omelan Nenek

Ada mobil anak muda yang berjalan dengan kecepatan yang tinggi,

tiba-tiba ada nenek-nenek yang ada di pinggir jalan langsung

menyeberang. Pemuda yang ada di mobil itu tekejut melihat nenek-nenek

sedang menyeberang jalan seenaknya saja dan dia hampir saja

menumburnya. Mobil sang pemuda itu mengepot di depan nenek-nenek

itu nyeberang. Dia keluar dari mobilnya dan dengan omelannya dia

berkata “Hei nenek-nenek bodoh, nyeberang jalan seenaknya saja”. Si

nenek pun menjawab dengan suara nenek-neneknya “ Hei anak muda

kamu yang bodoh numbur nenek-nenek saja tidak kena”.

8. Pencuri yang bodoh

Pada suatu malam, seorang pencuri memulai aksinya di sebuah

rumah orang yang terkenal atas kekayaannya. Dia mulai dengan

memanjat pagar dan naik ke atas genteng. Ternyata kehadiran pencuri

tersebut diketahui oleh si pemilik rumah, sehingga si pemilik rumah harus

mengakali si pencuri agar dia bisa tertangkap basah.

Si pemilik rumahpun mulai bercerita kepada istrinya tentang

kekayaan yang di dapatkanya selama ini. Ternyata kekayaannya itu di

dapatnya dengan cara mencuri juga. Si pencuri mendengarkan cerita itu

dari atap gentang.

Si pemilik rumah mulai bercerita bagaimana cara dia mencuri agar

selalu selamat, yaitu dia mencuri setiap bulan purnama, pada tengah

malam. Pertama di bukanya dua buah genteng, kemudian dia biarkan

sinar bulan masuk ke dalam rumah, ditutupnya mata, selanjutnya biarkan

sinar bulan menyinari tubuhnya, langkahkan kaki dua kali, maka tubuhku

akan di bawa sinar bulan sampai kelantai rumah, sehingga aku bisa

mencuri dengan mudah, dan begitu pula bila telah selesai mencuri aku

melalukannya dengan hal yang sama. Sang pencuri yang mendengarkan

pemilik rumah yang sedang bercerita tersebut, dan ia segera menunda

aksinya, dia akan datang lagi pada bulan purnama.

Bulan purnama pun tiba, seluruh penghuni rumah telah siap dengan

semua perlengkapan untuk menangkap pencuri itu. Setelah tengah

malam, datang juga si pencuri tersebut, dia yakin benar yang dikatakan si

pemilik rumah itu. Dibukanya dua buah genteng, kemudian di

pejamkannya matanya, mulai dia langkahkan kakinya ke genteng.

Glegaaaaaar…blooooooooll…tingg.. gting glegar…….terjatuhlah dia di lantai dengan lemas tak berdaya, si pemilik rumah telah meyediakan jaring yang kuat untuk mengikatnya.

Si pencuri sangat menyesal sekali karena dia telah ditipu oleh si

pemilik rumah, salah dia sendiri mengapa percaya. Pencuri tersebut

menceritakan semua peristiwa yang dialaminya kepada pihak polisi,

semua orang yang ada di sana pada saat itu tertawa terbahak-bahak

mendengar pengkuan si pencuri itu.

9. Penjual Bakso

Tukang becak yang ng kelelahan dan kelaparan mampir ke

tukang bakso, dia bertanya pada tukang bakso “Berapa semangkok Mang

?”, tukang bakso menjawab “3000 semangkok”. Kemudian tukang becak

berbicara lagi “2000 lah sama teman sendiri”, akhirnya tukang bakso

setuju, “baiklah” jawabnya.

Setelah diantarkan ke meja si tukang becak, tukang becak langsung

berkata”mana mienya…” tukang bakso pun menjawab “2000 tidak pakai

mie”. Dengan muka yang murung si tukang becak hanya bisa diam

membisu sambil makan bokso.

Keesokanya tukang bakso pergi ke pasar, dia habis dari membeli

mie dan pulang ingin naik becak. Si tukang bakso bertanya pada tukang

becak yang kemaren mampir di warung baksonya untuk makan bakso, dia

bertanya “Antarkan saya ke jalan semangka, berapa bayarnya”, si tukang

becak menjawab “2000”, “mahal sekali” jawab tukang bakso”, “1000 lah” si

tukang bakso menawar, tukang becak berpikir sejenak dan menjawab

“baiklah”.

Diantarkannya lah si tukang bakso ke jalan semangka, si tukang

becak mendayung becaknya dengan sangat kencang, sehingga membuat

si tukang bakso menjadi cemas, kecemasannya malah semakin jadi saat

jalan turun tebing. Tukang bokso dengan cemasnya langsung berkata

“rem…rem… mang”, si tukang becak dengan cepatnya menjawab “1000

tidak pakai rem”. Si tukang bakso hanya bisa terdiam dengan rasa cemas, karena takut becak si tukang becak terbalik atau malah masuk siring.

 

 

10. Penjual Obat

Suatu hari ada seorang penjual obat yang sedang mempromosikan

obat bawaannya. Dia berkata “Obat-obat ini obat mujarab semua penyakit

bisa hilang, semua penyakit bisa hilang, ini obat luar biasa, ini obat benarbenar

mujarab, ini obat bukan sembarang obat, ini obat dewa, benarbenar

mujarab”.

Sambil mengangkat-angkat obat yang di bawanya di terus berbicara

“Apa pun penyakitnya pasti bisa hilang, sakit panu, panunya hilang, sakit

pusing, pusingnya hilang, ketombe, kutu semuanya bisa hilang, cukup

diuleskan semuanya pasti hilang, leyap tak bersisa.

Setelah banyak berbicara panjang lebar, banyak orang-orang yang

berkumpul mengelilinginya, samikin-lama semakin banyak.Terus-menerus

dia mengucapkan hal itu “semua penyakit bisa hilang, semua penyakit

bisa hilang”.

Akhirnya ada sesorang yang bertanya kepada si penjual obat “Kalau

sakit mata bagaimana ?” tanpa berpikir panjang si penjual obat langsung

menjawab “matanya hilang…”. Mendengar hal tersebut orang yang

bertanya tadi lari terbirit-birit meninggalkan tempat tukang obat tersebut,

dan semua orang berkumpul tersebut pada berlarian ketakutan, karena di

antara mereka ada yang sakit kepala, pinggang, kaki. Mereka semua

pada takut, takut kalau organ tubuh mereka yang sakit jadi hilang, kanrepot kalau kepala, pinggang, dan kaki mereka hilang, lenyap tak bersisa.

11. Penjual Pempek

Siang-siang bolong pejual pempek berteriak-teriak di jalanan untuk

mempromosikan jualannya. Di berkata “pempek…pempek…siapa mau

beli” dia terus mengucapkan itu dengan suara yang keras sekali, sampaisampai

ada orang dari lantai dua rumahnya yang sedang tertidur

langsung terbangun dan dia berkata dari jendela kamarnya dengan

jengkelnya “ooi…ooi… ada otak dak” si penjual pempek pun dengan

refleknya langsung menjawab “tidak ado”, orang yang berbicara tadi,

langsung berkata “o… pantas, siang-siang bolong begini teriak-teriak”.

Sangka si pejual pempek, adalah pempek otak-otak, tentu saja dia

menjawab tidak ada, dan sangka orang yang berkata tadi, si tukang

pempek memang tidak punya otak, siang-siang jualan pempek sambil teriak-teriak.

 

12.              Perbandingan Tingkat kepintaran

Orang Amerika telah memikirkan bagaimana caranya dari bumi ke

bulan. Mereka telah mengupayakan berbagai macam cara agar mereka

dapat ke sana dengan aman dan nyaman. Tetapi ini semua belum

seberapa, orang Indonesia telah memikirkan bagaimana caranya dari

bulan ke bulan.

Bagaimana… bulan depan ya….

13. Turis naik becak

Ada seorang turis yang sedang berlibur, datang ke Indonesia. Dia

ingin sekali merasakan bagaimana rasanya naik becak. Setelah

menunggu ada juga tukang becak yang kebetulan lewat. Si turis berkata

“Tolong antarkan saya untuk jalan-jalan di sekitar sini”. Tukang bacak

sangat terkejut ternyata si turis bisa bahasa indonesia. “Baik pak, silahkan

naik” kata tukang becak dengan ramahnya.

Di perjalanan si turis melewati sebuah jembatan yang besar dan

pendek. Dia bertanya “Jembatan ini berapa lama dibangun ?”. Tukang

becak segera mengingat-ingat, dan kemudian dia menjawab “kira-kira 3

tahun pak. Turis kemudian berkata dengan sombongnya “masak 3 tahun

kalau di Amerika jembatan seperti ini cuman 3 bulan”. Tukang becak

langsung terdiam ketika mendengar ucapan turis tersebut.

Kemudian mereka melewati monas, sang turis pun langsung

bertanya lagi untuk kedua kalinya “kalau tugu ini berapa lama

dibangunnya ?”. Tukang becak pun kembali berpikir sejenak dan

menjawabnya “kira-kira 4 tahun pak”. “Apa 4 tahun, kalau di Amerika tugu

seperti ini cuman 4 bulan”. Tukang becak hanya bisa terdiam ketika

mendengar ucapan turis tersebut.

Selanjutnya turis ingin jalan-jalan ke tempat yang lebih jauh lagi. Si

turis melihat ada sebuah jembatan yang panjang sekali. Dia kemudian

bertanya lagi untuk yang ketiga kalinya. “Kalau jembatan ini barapa lama

dibangun ?. Tukang becak tidak tahu kalau di situ ada jembatan dia pun

berkata “kalau jembatan ini saya tidak tahu pak, perasaan kemarin saya

lewat sini belum ada”. Si turis sangat terkejut ketika tukang becak mengatakkan hal itu. Berarti satu hari, dia berkata dalam hatinya. Akhirnya turis itu hanya bisa terdiam ketika mendengar ucapan tukang becak tersebut.

14. Ujian kelulusan Orang gila

Setelah lama di rawat di Rumah Sakit Jiwa, tibalah untuk ujian untuk

lulus menjadi manusia yang normal. Ujian terakhir adalah ujian menyanyi,

ujian ini di ikuti oleh 5 orang gila.

Lagu dari orang gila pertama adalah lagu : “pelangi-pelangi alangkah

indahmu…”dan serterusnya, orang gila pertama dinyatakan lulus ujian.

Lagu dari orang gila kedua adalah lagu : “kulihat ibu pertiwi sedang

bersusah hati….” Dan seterusnya, orang gila kedua dinyatakan lulus ujian.

Lagu dari orang gila ketiga adalah lagu, “potong bebek angsa masak

di kuali….” Dan seterusnya, orang gila ketiga di nyatakan lulus ujian.

Lagu dari orang gila keempat adalah lagu, “satu-satu aku sayang ibu

dua-dua juga sayang Ayah”…. Dan seterusnya, orang gila keempat

dinyatakan lulus ujian.

Lagu dari orang gila kelima adalah lagu, “aku masih seperti yang

dulu… “dan seterusnya, orang gila kelima dinyatakan tidak lulus, karena

dia sendiri yang mengatakan bahwa ia masih seperti yang dulu (masih

gila).